Archive | opini RSS feed for this section

Chester Bennington

23 Jul

Hari jumat kemarin, 21 Juli 2017, adalah hari yang kelam buat saya (dan seluruh dunia). Baru kali kematian selebritis bisa begitu nyesek. Berita kematian selebritis adalah hal yang biasa terjadi. Orang datang dan pergi. Tapi untuk orang yang satu ini, berbeda. Dia adalah Chester Bennington, vokalis Linkin Park.

@chesterbe

Jika anda adalah generasi 90an yang berusia diantara pertengahan 20an sampai 30, pasti mengenal Linkin Park. Mereka band yang sangat masif di awal 2000an. Dimana diwaktu itu adalah eranya generasi 90an memasuki masa remaja. Masa ketika mereka bertransisi dari anak-anak menuju dewasa. Dimana mereka meninggalkan idola masa kecil mereka dan beranjak ke idola yang relevan dengan mereka.

Masa remaja adalah pada umumnya adalah fase paling labil yang dialami manusia. Masa yang katanya pencarian jati diri. Di saat itu lah Linkin Park menginspirasi kehidupan jutaan remaja di seluruh dunia. Walaupun saya sendiri saat itu tidak terlalu begitu paham 50% lirik-liriknya, tapi entah kenapa lagu-lagu mereka bisa begitu relevan. Kita bisa mendengarkan “kemarahan” khas remaja. Terutama di lagu Crawling yang melambungkan nama mereka. Lagu ini adalah lagu pertama Linkin Park yang saya dengar. Baru beberapa tahun kemudian saya tahu kalau lagu ini adalah pengalaman Chester yang memiliki masa lalu yang kelam.

Jika diperhatikan, banyak lagu Linkin Park cerita tentang perjuangan personal dari Chester. Dari beberapa wawancara, Chester sering bercerita di masa mudanya, dia pernah menjadi korban pelecehan seksual temannya, korban bullying, dan menjadi pemakai obat-obatan terlarang. Singkat cerita, banyak remaja di seluruh dunia yang merasa bahwa lagu-lagu Linkin Park telah membantu mereka melewati masa-masa kelam.

Buat saya sendiri, walaupun hidup normal-normal saja dan tanpa lika-liku yang tragis, Linkin Park sudah menjadi bagian dari masa remaja saya. Ada sekitar 3-4 poster Linkin Park di kamar, untuk menunjukkan betapa “cool” dan “edgy” saya waktu itu. Di era youtube belum ada dan google baru memulai perjalanannya, MTV adalah tontonan wajib saya untuk selalu update berita idola. Istilah kerennya waktu itu adalah anak nongkrong MTV. Dan tak lupa koleksi kaset 3 album pertama mereka, Hybrid Theory, Reanimation (remix Hybrid Theory), Meteora. Ya, KASET!! Jaman itu masih relevan.

Sayangnya 3 kaset itu tidak bisa saya tunjukkan karena berada di rumah orang tua. Saya tampilkan saja gambar dari teman. Kira-kira seperti itu kasetnya, ditambah album paling populer mereka Hybrid Theory. Hampir tidak ada yang tidak tahu siapa Linkin Park. Begitulah kira-kira gambaran masifnya LP di awal 2000.

Maju di tahun 2007, Linkin Park telah banyak berubah. Mereka telah meningkalkan nu metal yang melambungkan namanya. Banyak fans yang kecewa dan meninggalkan mereka. Tak sedikit pula yang bertahan. Saya adalah salah satu yang bertahan. Saya terus mengikuti naik turunnya mereka. Pergantian genre ke alternatif di album ke-3 mereka, Minute to Midnight. Yang paling kukenang dari album ini adalah waktu rilisnya 14 Mei 2007. Pada tanggal 12 Mei 2007, beberapa hari setelah UAN/UAS SMA, saya harus meninggalkan kota Bontang menuju Surabaya untuk melanjutkan kuliah. Lebih tepatnya adalah mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan seleksi masuk perguruan tinggi (waktu itu namanya SPMB).

Mendengar lagu What I’ve Done, saya merasa kembali di saat-saat saya harus ekstra keras belajar siang & malam agar bisa diterima PT pilihan saya, ITS jurusan Teknik Informatika. Yang katanya passing gradenya lebih tinggi dari FK Unair. Dan Alhamdulillah, saya diterima. Ditambah lagi deretan lagu Leave out all the rest, Bleed it out, In Pieces, dan lainnya, mengingatkan kenangan betapa kesepiannya saya ketika awal menginjakkan kaki di Surabaya.

Dan terus ke album selanjutnya A Thousand Suns, Living Things, The Hunting Party, dan One More Light saya selalu antusias mengikuti. Kalau harus diceritakan satu persatu kenangannya disini, bakal ga ada habis-habisnya. Ketika jumat pagi, 21 Juli 2017, saya mengecek instagram, muncul post dari akun LP ini.

A post shared by LINKIN PARK (@linkinpark) on

Aku kira hanya gambar biasa Linkin Park sampai melihat komentar-komentarnya. Ada apa dengan Chester? Orang yang telah mengisi masa mudaku telah tiada karena gantung diri. Pada hari itu juga mood langsung ga enak sepanjang hari. Rasanya seperti kehilangan seorang teman lama. Sulit untuk memahami bagaimana mungkin seorang menginspirasi jutaan anak muda, ternyata juga sangat rapuh di dalam.

Entah bagaimana kelanjutan Linkin Park tanpa Chester. Menurutku, meninggalnya Chester adalah akhir dari Linkin Park. Mereka telah solid bersama selama hampir 2 dekade. Ketika ada 1 bagian yang hilang, maka sulit untuk melihat Linkin Park yang dulu. Mungkin mereka bisa meniru RATM, ketika sang vokalis pisah jalan, 3 personel lainnya memutuskan membentuk band baru dengan vokalis baru dengan nama Audioslave. Kebetulan vokalisnya adalah Chris Cornell, sahabat Chester, yang juga baru 2 bulan lalu meninggal dengan cara yang sama, gantung diri. Menurut berita, menjadi salah satu sebab Chester bunuh diri juga. Apapun keputusan mereka, saya akan tetap menjadi fans Linkin Park.

Lagu ini adalah salah satu lagu favorit LP. Mendengar lagi lagu ini, menimbulkan perasaan yang berbeda. Rasanya seperti mendengar suicide note dari Chester.

When my time comes
Forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some
Reasons to be missed
And don’t resent me
And when you’re feeling empty
Keep me in your memory
Leave out all the rest
Leave out all the rest

Selamat jalan Chester Bennington.

Makintau : Belajar dari Pram (2)

16 Apr

Artikel ini adalah bagian kedua. Untuk bagian pertama silakan dilihat disini. Serial artikel yang akan membahas opini saya tentang apa yang saya pelajari dari 4 buku tetralogi buru. Buku ini sangat bagus untuk pengetahuan sejarah, terutama hal-hal yang tidak dijelaskan di buku sejarah formal. Misalnya kehidupan sosial, interaksi antar bangsa, dan kehidupan masyarakatnya (Yang kalau di buku sejarah digambarkan deritanya aja).

pramoedya

Sepanjang saya membaca 4 buku ini, saya harus bolak balik buka browser untuk memastikan beberapa kejadian sejarah yang nyambung sama cerita di buku ini. Hal-hal fiksi seperti ini yang membuat membaca sejarah jadi menarik. Berikut ini adalah lanjutan pemikiran saya setelah membaca buku ini.

What if

Indonesia termasuk hebat bisa merdeka dari penjajah dan menjadi tuan di tanah sendiri. Kalau kita hidup di era penjajahan Belanda, pemikiran suatu pribumi menjalankan negara yang merdeka adalah suatu impian di siang bolong. Di era penjajahan ini adalah salah satu fase paling buruk bagi  sejarah Indonesia. Karena terjadi kemunduran peradaban karena menjadi budak dari Belanda. Sekarang coba kita bayangkan apa yang terjadi jika kebangkitan nasional tidak terjadi.

Skenarionya adalah seperti ini. Orang-orang Belanda yang telah lama tinggal di Hindia Belanda tumbuh jiwa nasionalisme dan melakukan pemberontakan terhadap kerajaan Belanda dan berhasil. Jadilah Hindia Belanda negara merdeka menguasai tanah Nusantara. Dan para pribumi tetap bodoh & tersingkir. Negara ini dikuasai wajah-wajah Eropa, seperti halnya Australia & USA yang menyingkirkan Indian & Aborigin. Best casenya adalah negara Hindia Belanda menjadi negara maju, negara lebih tertata, di beberapa generasi kemudian muncul gerakan hak asasi, maka pribumi menjadi berpendidikan , memiliki wakil di pemerintahan, sepakbola maju dan lolos Piala Dunia. Horeee. Apakah dosa saya berpikiran seperti ini? hehe..

Memang sepertinya Indonesia saat ini hanya bisa membanggakan kehebatan masa lalu. Menjalankan negara merdeka ternyata lebih sulit dibandingkan merebut kemerdekaan itu sendiri. Lihat saja kondisi Indonesia saat ini.

Pendidikan

Berbicara tentang kebangkitan nasional dan kemerdekaan Indonesia adalah tak lepas dari peran Belanda itu sendiri. Semenjak di jajah Belanda, warga pribumi mengalami kemorosotan di segala bidang. Gimana mau berkarya, makan saja susah di jaman itu. Maka selama beratus-ratus tahun pribumi cuma jadi budak Belanda. Karena itulah orang-orang berperikemanusiaan di Belanda sana mencanangkan politik etis kepada pribumi yang telah terserap SDA & SDM di era kerja paksa. Politik etis adalah migrasi, edukasi, dan irigasi.

Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu menjalankan itu. Yang menjadi bahasan di bagian ini adalah edukasi. Orang-orang Belanda tidak serta merta mau membagi pengetahuannya kepada pribumi. Diceritakan di buku itu (kalau tidak salah di buku kedua, Anak Semua Bangsa), pengusaha Belanda memakai pekerja pribumi. Mau tidak mau para pekerja diajarkan ketrampilan sesuai pemilik usaha. Untuk meningkatkan produktivitas, dan waktu itu memang lagi ngetrend revolusi industri, maka mulai menggunakan mesin-mesin. Karena pekerja-pekerja pribumi lebih murah, maka pribumi diajarkan lagi. Semakin maju usaha seorang Belanda, maka mereka makin butuh orang-orang pribumi (yang murah meriah muntah). Dari kasus ini kita bisa melihat sebenarnya walaupun orang Belanda enggan berbagi edukasi, tetapi mau tidak mau mereka harus harus melakukannya karena kebutuhan industri. Jadi dalam hal ini edukasi adalah untuk mendukung dunia usaha dan industri buat kepentingan orang Belanda.

Sekolah-sekolah Belanda pun tidak eksklusif untuk totok maupun indo, tapi juga pribumi. Tapi masih terbatas pada anak-anak priyayi atau orang-orang yang punya kedudukan. Mereka inilah yang nanti jadi pegawai pemerintahan maupun swasta milik Belanda. Anak-anak golongan bawah tetaplah menjadi pekerja kasar.

Minke(protagonis) adalah siswa dari H.B.S. Surabaya (Hogere Burger School) atau sekolah untuk pembuat burger. Jadi lulusan sekolah ini menjadi pegawai McD. HBS adalah sekolah setingkat SMP + SMA. Minke bisa bersekolah disini karena anak dari bupati Bojonegoro. Soekarno adalah salah satu lulusan sekolah ini. Saat ini gedung sekolah tersebut menjadi Kantor Pos Besar Surabaya. Lokasinya di Jl. Kebon Rojo hanya beberapa meter di sebelah utara Tugu Pahlawan. Lokasi HBS yang lain sekarang telah menjadi SMA kompleks.

Kantor Pos Surabaya

Kantor Pos Surabaya (nyolong dari sini)

Dijajah 350 tahun

Hal ini sebenarnya masih jadi perbincangan hangat ketika saya beranjak dewasa. Sejak kecil kita diajari bahwa kita dijajah Belanda selama 3,5 abad. Namun kalau ditelusuri lebih lanjut, angka itu agak sedikit bombastis. Pertama adalah kita lihat dulu definisi Indonesia belum ada di jaman itu (abad 17). Semua wilayah Indonesia masih terdiri dari beberapa kerajaan-kerajaan. Ketika Belanda pertama menjajah Indonesia pun, tidak semua wilayah Indonesia terjajah. Masih ada wilayah merdeka di Indonesia selama 350 tahun itu. Bahkan yang paling hebat adalah wilayah Aceh yang baru menyerah dari Belanda di tahun 1912.

Salah satu tokoh di buku ini adalah veteran Perang Aceh bernama Jean Marais. Orang perancis yang ikut berperang di Aceh untuk Belanda. Selesai tugas, dia membawa anak kecil hasil hubungan dengan wanita pejuang Aceh. Dia menjadi peluksi & pembuat mebel di Surabaya dan menjadi sahabat Minke. Sebenarnya cerita antara Jean Marais dan wanita Aceh itu lumayan tragis, tapi silakan baca sendiri bukunya, biar tulisan ini tetep spoiler free. 😀

Pencetus ide nama Indonesia baru dipopulerkan oleh para punggawa Indische Partij beratus tahun kemudian saat mulai menyebarkan paham nasionalisme. Mengenai kenapa wilayah Indonesia seperti saat ini, ada hal menarik lagi yang patut dipikirkan.

Majapahit atau Belanda?

Saya lupa-lupa ingat sama pelajaran sejarah yang bagian ini. Katanya Presiden Soekarno ingin melanjutkan cita-cita Patih Gajah Mada untuk menyatukan nusantara. Wilayah Indonesia yang luas dan berbagai macam suku dan bahasa ini bisa bersatu karena dulunya disatukan oleh Gajah Mada (saya lupa-lupa inget lho, jadi tolong dibenarkan kalau ada yang salah). Pernyataan ini sebenarnya kalau dipikir-pikir benar tapi juga meragukan. Coba perhatikan 2 peta dibawah ini.

majapahit

hindia

Coba tebak, 2 peta itu wilayah apa? Yang merah adalah wilayah kekuasaan Majapahit. Sedangkan yang biru adalah peta Indonesia. Salah! Yang biru adalah wilayah kekuasaan Belanda di tahun 1920. Kalau memang yang diperjuangkan adalah menurut Nusantaranya Gajah Mada, maka Indonesia akan jadi seperti yang merah, dengan tambahan Malaysia, minus Jawa Barat & beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi,  Papua.

Kenapa wilayah jajahan Belanda bisa hampir sama persis seperti wilayah Indonesia saat ini? Yang menarik adalah, wilayah Timor Leste yang dulunya jadi bagian Indonesia, sekarang sudah pisah, Indonesia kembali jadi persis sewaktu jadi jajahan Belanda. (Catatan: Timor Leste adalah bekas jajahan Portugis dan Timor Leste menganggap selama ini mereka dijajah Indonesia).

Kembali ke topik. Jadi kenapa wilayah Indonesia seperti wilayah jajahan Belanda? Karena itulah alasan untuk menyatukan Indonesia (menurut bukunya Pram). Diceritakan ada beberapa organisasi yang muncul di awal kebangkitan nasional. Yang pertama adalah Budi Utomo yang didirikan oleh beberapa siswa STOVIA (sekolah dokter di Batavia, sekarang FK UI) termasuk Dr. Sutomo. (saya pernah lho mengunjungi desa kelahirannya di Nganjuk *ga penting banget*). Namun awalnya hanya menerima anggota dari orang Jawa saja. Yang kedua adalah SDI (Syarekat Dagang Islam). Dari namanya, organisasi ini adalah organisasi pedagang beragama Islam.

Minke menganggap eksklusivitas dari 2 organisasi ini bakal sulit untuk memperjuangkan rakyat tertindas di Hindia Belanda. Karena di pulau jawa saja, ga cuma ada orang Islam dan Jawa. Maka kesamaan nasiblah yang menjadi alasan kuat untuk melawan tirani. Nasib dijajah Belanda. Masuk akal juga sih pendapat Pak Pram ini.

Cina

Sebutan Cina sangat rasis di Indonesia untuk menyebut warga keturunan dari negeri Tiongkok. Mungkin sama seperti N-word di US sana untuk menyebut African-American. Oleh karena itu mungkin lebih halusnya disebut saja Tionghoa. Walaupun warga Tionghoa punya sejarah panjang di negeri kita, tapi sepertinya bangsa satu ini yang paling sering kena diskriminasi. Padahal tidak sedikit jasa dari bangsa ini untuk kemajuan bangsa pribumi.

Rakyat kecil adalah golongan teraniaya yang sepertinya tidak memiliki kekuatan apa-apa. Padahal dibalik lemahnya golongan ini, terdapat kekuatan besar yang tidak disadari oleh mereka. Yaitu boikot. Yang terinspirasi oleh warga Tionghoa. Diceritakan ada sebuah perusahaan Belanda yang melakukan bisnis yang merugikan pengusaha Tionghoa. Karena solidaritas, maka perkumpulan pengusaha ini pun memboikot perusahaan Belanda ini, yang menyebabkan perusahaan ini bangkrut.

Minke menyadari bahwa seharusnya dia belajar dari cara bangsa Asia, bukan dari ilmu bangsa Eropa. Maka diapun terinspirasi dari cara boikot ini untuk mempropagandakan ke seluruh rakyat di Hindia. Cara ini bisa dibilang berhasil. Dengan jumlah pekerja buruh yang sangat banyak di perusahaan Belanda, apabila dapat diorganisir dengan benar, maka boikot dapat dijadikan ajang untuk melawan ketidakadilan yang terjadi.

Info : salah satu alasan berdirinya organisasi SDI (Syarekat Dagang Islam) adalah untuk menghimpun pengusaha-pengusaha muslim agar dapat bersaing dengan pedagang Tionghoa yang jauh lebih maju di jaman itu (mungkin sampai sekarang).

Bersambung…

 

Makintau : Belajar dari Pram (1)

5 Apr

Beberapa minggu yang lalu saya baru saja menyelesaikan 4 buku Tetralogi Buru dari Pramoedya Ananta Toer. Bagi kalian yang hidup di pedalaman gua atau hutan belantara, Pram adalah salah satu penulis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia bahkan dunia. Dialah satu-satunya penulis di Indonesia yang sering dinominasikan di Nobel Sastra. Buku beliau yang paling terkenal adalah Bumi Manusia yang merupakan buku pertama dari 4 buku Tetralogi Buru. Sekuel selanjutnya adalah Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Saya tidak akan mereview tetralogi ini, karena hampir semua orang tau kualitas buku ini. Bahkan jadi buku Indonesia dengan rating tertinggi di goodreads.

Buku yang bagus itu tidak sekedar “bagus” dalam arti kualitas tapi juga membuat pembacanya berpikir. Merenungkan apa sebenarnya arti hidup mereka selama ini (lebay tapi kurang lebih gitu). Bisa dibilang inilah buku yang pertama kali membuat saya seperti itu.

Why this book is so fucking good?

Why this book is so fvcking good?

Beda orang beda pengalaman. Tapi berikut ini adalah yang saya dapat dari membaca 4 buku Pram ini. Tenang saja, spoiler free kok.

Continue reading

April Mop dan kritis dalam membaca

1 Apr

Hari ini adalah 1 April. Kalau di barat sana disebut April Fools, berarti harinya orang iseng. Terlepas dari pro & kontra April Mop di Indonesia, ada beberapa jokes April Mop yang menurut saya seru. Misalnya April Mopnya Google yang selalu ada tiap tahun. Silakan liat sendiri disini.

Tapi di tahun lalu ada satu guyonan yang lumayan mengena. Jadi ada yang posting begini.

foolJadi seperti terlihat diatas, headline postingan itu mengatakan kenapa orang Amerika uda jarang yang membaca. Lalu komentar orang-orang yang ga terima pun berdatangan.

koem

Namun sungguh ironi ketika mereka sendiri tidak membuka artikel yang diposting.

isi

Jadi jelas bahwa masih banyak orang yang asal komentar tanpa membaca isi artikel. Ga cuma orang Amerika aja yang begitu, orang-orang Indonesia dan dunia pun banyak yang hanya membaca judul. Apalagi di jaman panas-panasnya Pemilu kemarin. Diperparah lagi dengan banyaknya media abal-abal (bahkan media mainstream juga) yang sering memelintirkan fakta dengan judul yang bombastis namun isi beritanya tidak sesuai dengan judul. Bad news is good news. Makin deras kontroversi, makin larislah medianya.

Yang paling mengkhawatirkan adalah adanya penggiringan opini masyarakat dan pembunuhan karakter. Contoh adalah waktu kejadian Pak Ahok diteriakin “cina bangsat anjing” di suatu rapat. Dan seseorang di facebook langsung menulis artikel dan menuduh salah satu orang PKS sebagai tersangka. Caci maki & hinaan ke orang PKS ini derasnya, yang lagi-lagi ironi karena komentarnya juga keluar kata kotor. Saya sebagai warga kritis pun tidak serta merta menelan mentah-mentah apapun (kecuali lalapan). Saya baca seksama tulisan itu dan mendapati kenyataan bahwa tulisan itu tidak ada dasarnya dan hanya main tuduh. Memang ada orang yang teriak seperti itu, tapi tidak jelas siapa yang teriak. Apakah dia orang yang terlibat langsung di rapat itu, ternyata dia sendiri mendapat berita itu dari salah berita di internet yang setelah saya buka beritanya memang memberitakan ada teriak-teriak seperti itu tapi tidak menyebut-nyebut PKS. OMG! Anda telah membuat fitnah & anda membuat orang lain (yang polos dan bodoh itu) komentar kotor. Dosa dobel.

Saya tidak mendukung Ahok ataupun PKS. Saya juga menentang kata-kata yang bersifat rasis itu walaupun saya kadang juga rasis. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah jadilah orang yang kritis dalam melihat suatu informasi. Cobalah lihat dan teliti dari berbagai sisi. Jangan bikin malu lah kalian wahai orang-orang berpendidikan.

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”- Pramoedya Ananta Toer

Sekian.

Kim Jong Un

30 Mar

Baru saja buka facebook, tiba-tiba saya dikejutkan oleh status teman saya yg tidak ingin disebutkan namanya. (Orangnya sering ngomen blog ini & kayaknya satu2nya pembaca blog ini).

jongunIh temen saya ini memang kepedean. Sok-sokan ngaku mirip Kim Jong Un. Coba perhatikan, mirip darimananya ini?

Ga Mirip

Ga Mirip

Kalau dipikir-pikir teman saya ini, klo gaya rambutnya diganti, bisa mirip sama yg nyanyi Gangnam Style.

Psy

Psy

Aduh ga penting banget aku nulis psotingan kali ini…

Tanggal penting

15 Mar

Dalam setahun ada 365 hari, jika usia kita 20-an tahun, berarti kita telah melewati 7000an hari.  Dari ribuan hari itu ada berapa hari kah yang anda ingat peristiwa yang terjadi? Palingan ga sampai seperempatnya yang anda ingat. Hanya hari-hari spesial lah yang biasanya anda ingat kan? Hari ulang tahun, wisuda, tanggal jadian, tanggal pernikahan, tanggal khitanan, dll. Tapi seringnya tanggal penting pun bisa juga anda lupa.

Di postingan saya sebelumnya,  saya pernah bilang ingat kejadian di tahun baru sampai 10 tahun lalu. Tapi saya malah ga ingat kejadian apa saja yang terjadi di hari ulang tahun saya. lol. Tentang ulang tahun, pasti anda-anda semua tahu hari ulang tahun anda sendiri. Masa’ anda ga hafal ulang tahun anda sendiri?

Yang ingin saya bahas disini adalah seberapa hafal kah anda dengan momen-momen yang terjadi di hidup anda? Kalau saya sendiri, ada beberapa tanggal penting & ga penting yang bisa saya ingat dengan berbagai macam metode secara sadar maupun enggak.

Misalnya yang pertama adalah suatu hari yang saya tidak ingat tanggalnya tapi ingat patokannya. Misalnya, saya diwisuda dari ITS tahun 2011. Tapi lupa tanggal berapa. Tapi yang saya ingat adalah waktu itu adalah hari ulang tahun teman saya dedengkot Elven Games yang bernama Radik Kriolampah.

Jadi kalau saya ingin mengingat-ingat lagi kapan momen itu terjadi, saya harus mengecek profil fbnya, dan ternyata saya diwisuda tanggal 24 September 2011. lol

Wis Sudah

Wis Sudah

Beberapa tanggal, saya ingat pasti ada apa di tanggal itu. Misalnya ditanggal 7-7-07 alias 7 Juli 2007. Saya sedang dalam perjalanan pulang ke Bontang, setelah menjalani tes SPMB (seleksi masuk perguruan tinggi jaman itu) di Surabaya. Waktu itu aku lagi antri checkin, teringat kalau hari itu adalah tanggal cantik.

Lalu ada ulang tahun teman bernama Rina Rahmawati di tahun 2010 (ngecek fesbuknya, ternyata disembunyiin lahirnya, pokoknya bulan Oktober.lol). Momen saat itu adalah Study Excursie kampus saya ke Bandung & Jakarta. Momen pas hari itu adalah lagi di museum BI.

Sebelum era facebook, berapa teman yang kalian hafal ulang tahunnya? Dari nama seseorang kadang tersirat juga suatu tanggal penting. Mengenai tanggal 7-7-7 itu tadi, saya jadi teringat seorang teman. Karena itu adalah tanggal kelahirannya. Namanya? Sapta Yuli Delsan.  Sapta 7 Yuli 7 Delsan (DELpan sembiLAN)Ada lagi teman namanya Bias Merdeka. Karena namanya merdeka, dia lahir 17 Agustus 1989.

Lalu ada teman yang saya tidak tahu dia kapan tanggal lahirnya, tapi tau tanggal lainnya. Namanya Birthy Lastio Ramadhan. Artinya dia lahir di hari terakhir bulan ramadhan di tahun 1989 (Teman-teman seangkatan saya adalah generasi 89, walaupun saya lahir 90.lol). Ada lagi dedengkot Mojiken Studio, bernama Eka Pramudita Muharram. Dia bilang dia lahir di tanggal 1 (Eka) bulan muharram ditahun 1989 masehi. Dan ini juga berlaku untuk beberapa teman saya yang mengandung nama Fitri dan Fitra. Kemungkinan besar mereka lahir waktu Idul Fitri. (Enggak juga sih, ada yang iya ada yang enggak)

Kalau teman-teman yang lahir pada hari besar keagamaan atau nasional, saya juga ada yang ingat. Yang lahir di natal, tahun baru, atau lainnya.

Mengenai ulang tahun saya, kalau di media sosial fesbuk maupun tweicer sudah mulai ribut masalah valentinan, artinya ulang tahun saya sudah dekat.

berantem mulu

berantem mulu

Saya bukan lahir di hari valentine tapi sehari setelahnya. Untuk tahun ini sebenarnya ada momen menarik yang terjadi di sekitar hari ulang tahun saya. Pada tanggal 14 februari teman saya Innarcaya Nadiar melahirkan anak pertamanya, sekaligus itu adalah ulang tahun dia. Anak & ibu ulang tahunnya sama :D. Dan masih di tanggal yang sama teman saya resmi melepas keperjakaannya  masa lajangnya, yaitu lagi2 si Radik Kriolampah. Sayang sekali saya tidak bisa hadir ke resepsi teman saya yang paling gendeng ini, karena di tanggal yang berdekatan kakak saya juga menikah di tanggal 18 Februari. Dan satu lagi, sehari setelah pernikahan kakak saya, 19 Februari 2015 (tahun baru Imlek), terjadi satu peristiwa terburuk dalam sejarah penerbangan di Indonesia yaitu delay parah Lion Air yang sampai mengakibatkan rusuh di Bandara Soekarno Hatta. Dan saya menjadi salah satu korban delay ini. Tapi bisa dibilang saya korban yang masih “lumayan beruntung” karena delay “cuma” 9 jam dan tidak perlu menginap.

Delay parah lion air 5jam++. Penumpang ngamuk. #lionair

A post shared by Ahmad Rifai (@ahmadorifai) on

Yah mungkin itu sekian dulu tulisan saya, karena hujan telah reda, dan saya harus pulaaang.

 

 

 

 

(ditulis di studio Elven Games sambil menunggu hujan)

Heboh Batman

24 Aug

Beberapa minggu yang lalu Zack Snyder, sutradara Man of Steel membuat kejutan di ajang San Diego Comic-Con International bahwa sequel dari film ini Batman dan Superman akan tampil bersama pertama kalinya di film layar lebar. Pada film kedua superman ini, rencananya akan terinspirasi dari komik The Dark Knight Returns. Ini artinya Batman yang baru akan berusia sekitar 50-an.

Para fans pun mulai menebak-nebak siapa yang bakal mengisi peran ini. Ada yang ingin Bale kembali jadi Batman. Ada juga yang bilang mantan Batman yang lain, Michael Keaton, sudah cukup umur untuk memerankan Batman tua. Malah ada yang pingin Clint Eastwood. (Ini sih ketuaan). Lalu dari Warner Bros katanya mengincar nama-nama berikut, Ryan Gsoling, Joe Manganiello, Josh Brolin, Richard Armitage, Matthew Goode dan Max Martini.

Lalu teka-teki yang yang akan menjadi Batman pun terjawab. Siapakah dia? Dia adalah …

derdepil

Lho kok Daredevil?

Continue reading