Evil Dead & hikmah

12 May

Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas sedikit tentang franchise 3 film Evil Dead buatan Sam Raimi. Dibalik film yang gila itu, sebenarnya ada hikmah yang bisa kita ambil buat jadi pelajaran dan motivasi bagi sedang mengejar mimpinya. Sebenarnya postingan ini rencananya jadi satu sama postingan sebelumnya. Tapi sepertinya lebih baik dipisah saja biar tidak campur-campur bahasannya. Oke daripada kebanyakan cincong, mari kita ke topik yang telah ditunggu-tunggu masyarakat se-Indonesia Timur.

Sebelum shooting film The Evil Dead, sang Sutradara muda Sam Raimi baru saja menginjak usia 20 tahun. Dia yakin proyek film pertamanya ini adalah milestone/fase penting dalam hidupnya atau orang bule nyebutnya Rite of Passage. Dan seperti diketahui sekarang, film itu tak disangka bisa sukses meraup uang kurang lebih $2.4 juta dengan modal $350ribu. Dan dia sekarang menjadi sutradara hollywood terkenal, salah satu (3 sih) film yang paling terkenal buatannya adalah Spiderman 1,2,3. Walau dia bukan sutradara favoritku, tapi ada beberapa cerita menarik dibalik perjuangannya menuju kesuksesan.

1. Dimulai sebagai hobi ketika masih kecil bersama teman baik

Selain sutradara, orang yang sama di 3 film tersebut salah satunya yang paling kelihatan adalah tokoh utamanya Ash William yang diperankan oleh Bruce Campbell. Raimi dan Campbell adalah teman SMA.

yg mirip Jim Carrey itu Bruce Campbell

yg mirip Jim Carrey itu Bruce Campbell

Raimi menyukai pembuatan film sejak kecil ketika dibelikan bapaknya kamera. Bersama Bruce Campbell dan adiknya Ted Raimi mereka sering membuat film-film pendek. Bruce menjadi aktor dan Raimi menjadi sutradara. Alasannya? Karena kata mereka Bruce lah yg paling ganteng. lol.

Sekarang pertanyaan pada anda sendiri, apakah anda punya impian masa kecil? Apakah sudah terwujud? Atau sedang dalam proses berjuang? Atau malah tidak ada keinginan mewujudkan?

2. Sebelum menjadi sutradara blockbuster, memulai dari film pendek

Kalau kata pepatah “A journey of a thousand miles begins with one small step”. Untuk dapat membuat film bioskop yang ditonton oleh orang dari Sabang sampe Merauke, maka butuh duit  yang ga sedikit. Sebagai anak muda yang sedang on fire, satu ganjalan utama untuk berkarya adalah dapat dari mana modalnya? Kalau anda adalah anak orang kaya atau salah satu anggota keluarga Coppola, mencari dana untuk membuat film tidaklah sulit. Maka mereka pun harus mencari orang yang mau jadi investor film mereka. Tapi mereka bukan siapa-siapa. Maka mereka harus meyakinkan investor bahwa mereka mampu menghasilkan pundi-pundi uang.

Maka mereka membuat film pendek. It’s Murder! Itulah judul film pendek mereka. Akhirnya dengan susah payah mereka mencari kesana-kemari dana, baik dari teman, keluarga, maupun koneksi, dana pun terkumpul. Walau masih seadanya. Selain diatas, fungsi membuat film pendek adalah dapat menjadi benchmark kemampuan mereka sebelum terjun ke film layar lebar.

Apakah mimpi anda terlalu besar untuk dicapai sehingga menjadi ragu untuk mewujudkannya? Jangan khawatir, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga. Kok malah Aa Gym. :p Mungkin anda ingin jadi presiden, maka mulailah dari menjadi ketua kelas, atau misalnya anda ingin jadi penguasa retail, jualan dulu kecil2an. Jadi jangan berharap sukses instan. Lebih baik pelan-pelan kan daripada bernasib seperti kisah Michael Carrol yang menang lotre belasan juta dollar, tapi mungkin karena kaget terhadap perubahan drastis nasibnya, dalam sekejap kembali melarat.

3. Sukses karena pengaruh orang yang lebih populer

Berharap sukses instan memang tidak baik. Tapi kalau memang dapat dipercepat kenapa enggak? Ketika film ini (The Evil Dead) sudah jadi, sekarang masalahnya ada mencari distributor yang mau. Film ini kan bisa dibilang super gila. Ratingnya pun X. Para distributor film ga mau ambil resiko jual film ini. Nasib mereka jadi berubah ketika Stephen King, si penulis horor terkenal, menonton film ini pertama kalinya di festival film Cannes. King “terpesona” dengan film ini. Lalu dia pun menulis review film ini di sebuah majalah dan menyebutnya “most ferociously original horror film of the year”.

Maka para distributor amerika pun akhirnya tertarik menjual film ini. The rest is history. Ga cuma itu saja Stephen King membantu Raimi dan Campbell. Ketika mereka kesulitan mencari dana untuk membuat sekuel, Evil Dead II, King pun turut andil merayu produser film untuk membiayainya.

Dari sini, setidaknya kita tahu kita harus punya kenalan orang yang lebih hebat,populer,dan berpengalaman dari kita. Bantuan mereka dapat mempercepat jalan kita. Saya jadi ingat status dari Dekan Fakultas tempat kuliah saya dulu, Pak Agus Zainal Arifin. Cerita berikut ini saya ambil dari status facebook beliau.

Menjelang saya lulus S3 di Jepang (2006) ada sso yg meminta bantuan saya agar dia bisa kuliah di sana dan (tentu saja) terutama berharap dpt beasiswa. Saya suruh agar dia mengirimkan permohonannya langsung kpd seorang Professor, dan saya berjanji membantu memohonkannya dg cara saya sendiri, sbb sy kenal “sangat baik” dg beliau. Luar biasa, mujarab. Dlm waktu singkat dia sdh dpt jwbn, bahwa “akan diuji” melalui internet. Dan ternyata ujiannya sangat sederhana. Dlm waktu sangat singkat pula, dia telah dinyatakan “DITERIMA”, baik sbg mhs S3nya maupun beasiswanya.
Serupa dg saya, ada teman sy di Jpg yg mengalami kejadian tsb, yakni “menolong” org yg ingin sekali utk kuliah di Jepang. Mrk akhirnya juga dlm waktu sangat singkat dan mudah, dinyatakan “DITERIMA”. Sangat berbeda dg bbrp orang lain yg mengajukan permohonan sendiri. Mereka mulai berkenalan dg calon supervisor melalui bbrp kali korespondensi surat/email. Lalu berusaha meyakinkan bahwa mrklah org yg tepat utk diberi beasiswa dan bakal rajin belajar dg ide2 cemerlang utk menyelesaikan S3nya kelak.
Setelah professornya yakin keseriusan dan kompetensinya, lalu mrk mulai mendaftarkan diri dg membawa berbagai dokumen. Kalau desk evaluationnya sah, lalu disuruh menempuh bbrp tahap ujian dg tingkat persaingan luar biasa tinggi (sbb applicant pinter2 semua). Waktunya sangat lama dan usahanya sangat berat. Bbrp sukses DITERIMA, tapi kebanyakan tentu tidak diterima.
Demikianlah perbedaan org yg bermohon dg bertawassul lbh dulu DIBANDING org yg bermohon sendiri. Sama-sama baiknya tapi jauh beda efektifitas dan efisiensinya.

Maka kalau anda punya orang yang lebih hebat, “manfaatkan”-lah dia. hehe.. Tentu manfaatkan dalam hal positif.

4. Sudah sukses? Jangan pelit-pelit untuk membantu yang lain (yang belum sukses)

Anda tau Coen bersaudara. Mereka adalah salah satu sutradara sukses hollywood dan telah meraih 4 oscar. Di film Evil Dead, salah satu kru asisten editor film itu adalah Joel Coen. Ini adalah pekerjaan film secara profesional pertama Joel. Beberapa tahun kemudian bersama saudaranya Ethan, terinspirasi dari Raimi, mereka membuat film pendek. Kemudian mereka meminta bantuan Raimi dan Campbell (yang sudah sukses) untuk membantu meyakinkan investor untuk mendanai film mereka. Dan berhasil. Dan sukses bahkan sekarang melampaui kesuksesan Raimi yang belum pernah dapat nominasi Oscar sampai sekarang.

Ga ada salahnya berbuat baik ke orang, malah dianjurkan, semua orang juga uda tahu sih. Tapi siapa tahu nanti kita di masa depan, karena sudah merasa hebat, jadi gelap mata dan sombong. Yah semoga jangan sampai gitu lah. Tetap low profile. Jangan lupa daratan apalagi lupa teman masa susah.

Saya menulis ini bukan berarti saya sudah sukses. Saya pun juga sedang dalam perjalanan menuju impian. Tulisan cuma saya tulis biar jadi motivasi saya sendiri dan orang lain dalam menuju impiannya. Jangan menyerah. Salam superr!! Halah..

Advertisements

3 Responses to “Evil Dead & hikmah”

  1. Yudi May 20, 2013 at 7:10 pm #

    Eh gila… Tulisanmu di like sama dua ekor bule…

    Gimana kalu kita bikin film juga, judulnya “Mencari Zainul” kalo udah selesai langsung kita bikin sequelnya dengan judul “Membantai Zainul” trus kita minta Ram Punjabi untuk menjualkan filmnya…

    • ahmadripai May 23, 2013 at 1:42 pm #

      mendatangkan artis panas luar negeri…

      • Yudi May 23, 2013 at 6:34 pm #

        siapa artis panasnya? tukul?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: