Spontan

1 May

Ini bukan mau ngebicarain acaranya Komeng yang ngehits di tahun 90an (uhuy!). Tapi ini adalah cerita pengalaman saya minggu lalu.

Hari Sabtu, 16 April 2016, seperti biasa saya melakukan rutinitas. Sabtu ini suasana lagi sepi, soalnya banyak temen yang lagi pulkam. Tiba-tiba ada watsap dari Jamal yang isinya seperti ini.

Supp bruh, DO U CoM 2 Silvi’s wedding? (isi teks hanya ilustrasi)

Saya ga inget klo hari itu ada nikahan seorang teman jaman kuliah. Akhirnya setelah debat panjang, kami sepakat untuk kumpul dulu di suatu studio teman bernama ElvenGames. Kumpul jam 6 abis magrib.

Di Elven, ada 3 teman lain yang sedang main & nonton DoTA2. Jadi mereka males ga bisa ikut. Padahal jarak lokasinya hanya sepelempar batu.

Okelah akhirnya saya & Jamal pergi ke Gedung Robotika ITS, tempat resepsi.

robot-wedding-2-634x422

Gedung Robot yang bisa dipake buat acara nikahan

Ternyata ada satu teman lagi hadir ke acara nikahan. Jauh-jauh datang dari Jember, namanya Gama, sang kapten masa depan. Untung saja masih ada teman kuliah cewek yang datang, jadi kami enggak mati gaya.

Lanjut beberapa menit kemudian, kami akan pulang kembali ke pasangan masing-masing (yang mana sebenarnya 3 orang ini ga punya). Awalnya cerita akan berakhir disini. Namun, entah kenapa saya & Jamal memaksa Gama untuk ikutan ke Elven. Motor saya dititipin disana, jadi harus balik kesana dlu.

Akhirnya setelah panjang lebar berdebat kusir, Gama mau diajak ke Elven. Maka akhirnya kami cerita panjang lebar nostalgia masa kuliah. Oke waktu telah menunjukkan pukul 22.00, harus segera pulang, jika tidak mama akan marah.

Di saat mau pulang, aku bilang biasanya kalo hari minggu jogging di CFD Darmo. Sebelum pulang, akhirnya kami bertiga sepakat untuk ketemuan lagi besok untuk CFD-an.

Keesokan harinya, Gama & Jamal datang jam 6 pagi kumpul ditempatku di area Ngagel.  Lalu lanjut jogging & ikutan senam zumba. Acara selesai, pulang jam 9. Kami ngobrol-ngobrol santai. Harusnya sudah berakhir sampai sini. Gama tiba-tiba mengajak nonton The Jungle Book. Terutama karena lokasiku yang dekat dengan Marvell, mall yang baru buka. (Di Blitz Marvell ini satu-satunya aku pernah nonton ke bioskop jalan kaki).

Sebenarnya lagi agak males nonton. Tapi berhubung Gama lagi kebelet pengen nonton, ya akhirnya saya iya-kan. Lagipula sore itu dia harus kembali ke Jember. Mungkin di Jember ga ada beoskop.

Kali ini hanya saya & Gama, soalnya Jamal harus menghadiri pernikahan temannya yang lain. Tahun ini lagi musim kawin teman-teman seusiaku. Di usia 26-27 memang seyogyanya kalian nikah.

Di saat yang lain berkumpul bersama pasangan masing-masing, saya disini sedang menulis blog yang mungkin ga akan ada yang baca kecuali orang ini –> http://dnwahyudi.com/

maxresdefault

me_irl

Ok, back to topic. Gama memilih jam 11 siang, karena biar ga mepet sama keberangkatan keretanya jam 4 sore. Jamal & Gama pulang ke tempat masing-masing. Gama akan kembali ke tempatku jam setengah 11.

Hari minggu adalah waktunya cuci baju & cuci kucing. Karena waktu itu hujan turun saya tunda dulu cucinya. Badan lumayan capek, saya berbaring lantai & ketiduran.

Bangun-bangun, Gama sudah datang. Jam telah menunjukkan jam 11 kurang 15 & masih hujan. Wah ga bakal sempet nonton jam 11 ini. Kami pun mengganti lokasi & jadwal ke TP jam 12.15.

Saya mandi dulu & cuci baju (ini tidak penting). Filmnya lumayan bagus, The Jungle Book, yang disutradarai oleh Jon Favreau (Iron Man, Chef). Film selesai, saatnya pulang. Tapi lagi-lagi tidak, sodara2!

Gama bilang dia masih punya saldo Rp40.000 sebuah wahana di TP (aku lupa namanya, semacam temjon). Dia lagi pengen nyoba lagi wahana perahu yang digoyang-goyang itu lho. Kalo di dufan namanya kora-kora. Tidak seekstrim kora-kora, tapi tetep bikin jantung dagdigdug.

Sebelum menuju lokasi, tiba-tiba saja saya pengen ke Matahari. Mumpung lagi di sana, dari kemarin mau cari celana pendek. Selesai menemukan apa yang dicari, kami lanjut ke wahana itu.

Niatnya cuma naik kora-kora, tapi malah keterusan nyoba yang lain. Bablas sampai magrib. Gama memutuskan untuk naik kereta malam. Karena uda magrib, kami sholat di lantai atas Tunjungan Plasa.

Lagi-lagi, Game mendapat ide untuk pergi ke pameran wisata (WTF!!) di Grand City. Dari TP, perjalanan lanjut ke Grand City. Demi apa coba aku datang ke pameran.

Badan uda letih, lelah, & capek. Tak boleh ada lagi tujuan selanjutnya. Dan kami pun kembali ke tempat masing-masing.

TL;DR : seharusnya malam minggu setelah nikahan teman, pulang ke rumah masing-masing. Tapi muncul ide spontan, dan akhirnya baru berpisah sehari kemudian.

Sekian cerita ini.

nb: Cerita terjadi 2 minggu lalu, ditulis seminggu lalu, tapi baru sadar belum dipublish, jadi baru tayang hari ini (May Day 2016).

Hindari pikiran negatif

3 Apr

Kita semua pasti pernah punya pengalaman melihat sesuatu selalu negatifnya. Hanya dari buruknya tanpa melihat sama sekali hal positifnya. Seperti permasalahan apakah dia melihat gelas setengah penuh atau gelas setengah kosong. Dua hal yang sebenarnya sama aja, tapi secara psikologis 2 reaksi yang berbeda. Optimis & Pesimis.

Di TEDx Talks ini, Alison Ledgerwood berbicara tentang psikologis orang-orang yang berpikiran negatif.

Dia mengambil contoh penelitian, dibagi menjadi 2 grup yang akan diberi data yang sama. Grup A mendapat hasil data 40% keberhasilan. Grup B mendapat data 60% kegagalan. Maka grup A akan merespon dengan positif sedangkan grup B dengan negatif.

Kemudian percobaan dilanjutkan dengan grup A diberi data 60% kegagalan dan grup B 40% keberhasilan. Hasilnya adalah respon grup A menjadi negatif. Dan ternyata grup B tidak berubah positif, tetapi tetap menjadi negatif. Karena untuk merubah pikiran positif menjadi negatif lebih gampang daripada merubah pikiran negatif ke positif.

Inilah salah satu fenomena yang lagi ngehits di kehidupan modern ini, yang disebut haters. Terutama yang paling sering muncul di facebook adalah barisan sakit hati akibat pemilu. Biasanya kalau sudah mulai muncul di fb, maka segera ku block saja karena hal negatif gampang menular, bikin bad mood, dan merusak produktivitas. (nb: saya bukan pendukung salah satu 2 orang itu).

Maka berhati-hatilah & stay positive!

Hints on English pronunciation

20 Dec

Klo diperhatikan bahasa inggris termasuk bahasa yg ga konsisten dalam pengucapan kata. Misalnya bagaimana kita tau kalau red itu dibaca ‘red’ atau ‘rid’. Mungkin untuk kata red gampang karena merupakan kata yg familiar. Entah bagaimana dengan kalimat baru yg tidak familiar. Aku ingat dulu waktu masih kecil, keheranan dengan cara pengucapan “enough”. Kata ini pertama saya temukan di film James Bond, “The world is not enough”.

Gimanapun juga, ketidakkonsistenan bahasa adalah kewajaran. Banyak kata bahasa inggris yg merupakan serapan bahasa lain dan harus ikut aturan main bahasa lain itu. Sama seperti yg terjadi di bahasa Indonesia. Coba lihat nama stasiun TV mana yang ada huruf “TV” yang pengejaannya benar sesuai bahasa Indonesia. Cuma SCTV (eSCeTeVe) yang benar. Yang lainnya salah karena mengeja TV dengan “tivi”. Tapi berhubung TV adalah kata dari bahasa Inggris, maka biasanya orang lebih familiar ejaan luarnya.

Tapi kalau kata orang sih, bahasa Inggris bukan bahasa tersusah yang dipelajari. Jadi jangan mengeluh bahasa Inggris susah. Padahal kita sudah di jaman internet. Mayoritas ditulis dengan bahasa Inggris.

Mari kita tutup tulisan ini dengan “Hints on English pronunciation”

I take it you already know
Of tough and bough and cough and dough?
Others may stumble, but not you,
On hiccough, thorough, lough and through?
Well done! And now you wish, perhaps,
To learn of less familiar traps?
Beware of heard, a dreadful word
That looks like beard and and sounds like bird,
And dead: it’s said like bed, not bead —
For goodness sake don’t call it ‘deed’!
Watch out for meat and great and threat
(They rhyme with suite and straight and debt).
A moth is not a moth in mother,
Nor both in bother, broth in brother,
And here is not a match for there
Nor dear and fear for bear and pear;
And then there’s dose and rose and lose —
Just look them up — and goose and choose,
And cork and work and card and ward,
And font and front and word and sword,
And do and go and thwart and cart —
Come, come, I’ve hardly made a start!
A dreadful language? Man alive!
I’d mastered it when I was five!

Makintau : Celengan

10 May

Jaman kita kecil dulu, kita diajari buat menabung. Belajar mengatur duit sejak kecil. Sampai ada lagunya di jaman itu.

Berbahagialah kalian anak 90an. Jaman anak-anak masih banyak punya lagu sesuai umur.

Menabung di bank terlalu ribet buat anak kecil, maka celengan adalah cara menabung paling gampang.

Budaya celengan ini sebenarnya bukan spesifik orang Indonesia saja, tapi di dunia juga ada. Ada info yang menarik nih tentang celengan ini. Celengan itu berasal dari bahasa jawa ‘celeng’ yang berarti babi. Celengan jadul yang pernah ditemui di nusantara adalah celengan dari jaman majapahit berbentuk seperti ini.

Majapahit,_Piggy_Bank

Celengan Majapahit

Walaupun artinya babi, celengan yang sering saya temui bentuknya adalah ayam. Menurut analisa saya yang teruji ITB dan IPB sotoy ini, celengan muncul di jaman nusantara ketika masih dikuasai Hindu Buddha. Ketika Indonesia dikuasai orang Islam, maka babi yang haram itu diganti ayam yang lebih barokah. lol.

2431400_celengan_ayam_babon

Celengan saya dulu persis seperti ini, tapi beda warna

Nah, bahasa inggrisnya celengan adalah piggy bank. Kalau melihat di tipi2, celengan orang luar itu bentuknya juga babi. Salah satu yang terkenal adalah tokoh mainan dari Toy Story ini.

Hamm dari Toy Story

Hamm dari Toy Story

Bisa jadi celengan babi ini terinspirasi dari celengan Majapahit itu.

Apakah kalian masih punya celengan?

 

Sekian.

Makintau : Winston Churchill

10 May

Winston Churchill adalah salah satu pemimpin dunia paling populer, karena beliau adalah Perdana Menteri Inggris di era Perang Dunia 2. Tapi kalian pasti belum tau kalau ternyata ada Winston Churchill lain yang terkenal juga. Bedanya, Churchill yang satu ini adalah penulis dan orang Amerika yang lahir lebih dulu dan terkenal duluan dibanding si orang British.

Britishman

Britishman

Americano

Americano

Jadi ceritanya, si orang Amerika (1871 – 1947 ) ini adalah penulis terkenal di sekitar akhir abad 19. Ketika si orang Inggris (1874 – 1965) ini muncul jadi PM, maka tenggelam lah nama si orang Amerika ini untuk selama-lamanya.

Yang lebih bingung lagi adalah si Inggris yang kalian tau sebagai politisi ini ternyata juga seorang penulis lho. Malah pernah dapat nobel sastra di tahun 1953. Jadi di jaman itu para orang-orang dan penerbit sering bingung membedakan buku 2 orang ini. Maka untuk mengatasi kebingungan ini adalah si orang British menggunakan nama pena lain. Yaitu….

..

..

..

Winston S. Churchill.
Haduh, nama pena kok cuma beda huruf S di tengah. Ga niat cari nama nih.

 

 

 

 

 

Makintau : Tambora

21 Apr

Di bulan ini 200 tahun yang lalu, terjadi peristiwa bersejarah tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Yaitu meledaknya gunung Tambora di Sumbawa. Ledakan dimulai dari 10 April 1815, baru berhenti di bulan Agustus. Kejadian ini disebut-sebut sebagai salah letusan gunung terbesar dalam sejarah.Kalau kita lihat di tabel di bawah, ukuran kekuatan letusan itu ada dari 0 sampai 8. Sedangkan Tambora berada di index 7. Wow! Kalau dilihat lagi, ledakan ini adalah ledakan level 7 terakhir yang terjadi.

indexgunung

Oke..oke.. saya mengerti. Tulisannya memang ga kliatan. Silakan ke sumbernya langsung.

Efeknya ga cuma di Indonesia saja (waktu itu masih Hindia Belanda), tapi seluruh dunia kena imbasnya. Terjadi anomali cuaca di tahun-tahun itu, sehingga terjadi gagal panen dimana-mana. Kematian menjadi meningkat akibat letusan maupun kekurangan makanan. Suhu dunia turun 0.7 C gara-gara berkurangnya cahaya matahari yang masuk ke bumi karena tertutup kabut asap.

Tapi efeknya ga cuma jelek kok. Gara-gara makanan sulit didapat, maka muncul penemuan kendaraan yang bisa bergerak tanpa bantuan binatang bernama Velocipede. Cikal bakal sepeda.

Velocipede -> Cipede -> Sipede -> Sepeda?

Dan satu lagi. Gara-gara suasana waktu itu yang dark, gritty, depressing, muncul karya-karya tulisan dengan tema-tema seperti itu.  Salah satunya adalah Frankenstein.

Dia bukan Frankenstein. Frankenstein itu nama dokternya.

Wah pengen lihat seperti apa sekarang gunung Tambora.

Sekian.

Makintau : Belajar dari Pram (2)

16 Apr

Artikel ini adalah bagian kedua. Untuk bagian pertama silakan dilihat disini. Serial artikel yang akan membahas opini saya tentang apa yang saya pelajari dari 4 buku tetralogi buru. Buku ini sangat bagus untuk pengetahuan sejarah, terutama hal-hal yang tidak dijelaskan di buku sejarah formal. Misalnya kehidupan sosial, interaksi antar bangsa, dan kehidupan masyarakatnya (Yang kalau di buku sejarah digambarkan deritanya aja).

pramoedya

Sepanjang saya membaca 4 buku ini, saya harus bolak balik buka browser untuk memastikan beberapa kejadian sejarah yang nyambung sama cerita di buku ini. Hal-hal fiksi seperti ini yang membuat membaca sejarah jadi menarik. Berikut ini adalah lanjutan pemikiran saya setelah membaca buku ini.

What if

Indonesia termasuk hebat bisa merdeka dari penjajah dan menjadi tuan di tanah sendiri. Kalau kita hidup di era penjajahan Belanda, pemikiran suatu pribumi menjalankan negara yang merdeka adalah suatu impian di siang bolong. Di era penjajahan ini adalah salah satu fase paling buruk bagi  sejarah Indonesia. Karena terjadi kemunduran peradaban karena menjadi budak dari Belanda. Sekarang coba kita bayangkan apa yang terjadi jika kebangkitan nasional tidak terjadi.

Skenarionya adalah seperti ini. Orang-orang Belanda yang telah lama tinggal di Hindia Belanda tumbuh jiwa nasionalisme dan melakukan pemberontakan terhadap kerajaan Belanda dan berhasil. Jadilah Hindia Belanda negara merdeka menguasai tanah Nusantara. Dan para pribumi tetap bodoh & tersingkir. Negara ini dikuasai wajah-wajah Eropa, seperti halnya Australia & USA yang menyingkirkan Indian & Aborigin. Best casenya adalah negara Hindia Belanda menjadi negara maju, negara lebih tertata, di beberapa generasi kemudian muncul gerakan hak asasi, maka pribumi menjadi berpendidikan , memiliki wakil di pemerintahan, sepakbola maju dan lolos Piala Dunia. Horeee. Apakah dosa saya berpikiran seperti ini? hehe..

Memang sepertinya Indonesia saat ini hanya bisa membanggakan kehebatan masa lalu. Menjalankan negara merdeka ternyata lebih sulit dibandingkan merebut kemerdekaan itu sendiri. Lihat saja kondisi Indonesia saat ini.

Pendidikan

Berbicara tentang kebangkitan nasional dan kemerdekaan Indonesia adalah tak lepas dari peran Belanda itu sendiri. Semenjak di jajah Belanda, warga pribumi mengalami kemorosotan di segala bidang. Gimana mau berkarya, makan saja susah di jaman itu. Maka selama beratus-ratus tahun pribumi cuma jadi budak Belanda. Karena itulah orang-orang berperikemanusiaan di Belanda sana mencanangkan politik etis kepada pribumi yang telah terserap SDA & SDM di era kerja paksa. Politik etis adalah migrasi, edukasi, dan irigasi.

Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu menjalankan itu. Yang menjadi bahasan di bagian ini adalah edukasi. Orang-orang Belanda tidak serta merta mau membagi pengetahuannya kepada pribumi. Diceritakan di buku itu (kalau tidak salah di buku kedua, Anak Semua Bangsa), pengusaha Belanda memakai pekerja pribumi. Mau tidak mau para pekerja diajarkan ketrampilan sesuai pemilik usaha. Untuk meningkatkan produktivitas, dan waktu itu memang lagi ngetrend revolusi industri, maka mulai menggunakan mesin-mesin. Karena pekerja-pekerja pribumi lebih murah, maka pribumi diajarkan lagi. Semakin maju usaha seorang Belanda, maka mereka makin butuh orang-orang pribumi (yang murah meriah muntah). Dari kasus ini kita bisa melihat sebenarnya walaupun orang Belanda enggan berbagi edukasi, tetapi mau tidak mau mereka harus harus melakukannya karena kebutuhan industri. Jadi dalam hal ini edukasi adalah untuk mendukung dunia usaha dan industri buat kepentingan orang Belanda.

Sekolah-sekolah Belanda pun tidak eksklusif untuk totok maupun indo, tapi juga pribumi. Tapi masih terbatas pada anak-anak priyayi atau orang-orang yang punya kedudukan. Mereka inilah yang nanti jadi pegawai pemerintahan maupun swasta milik Belanda. Anak-anak golongan bawah tetaplah menjadi pekerja kasar.

Minke(protagonis) adalah siswa dari H.B.S. Surabaya (Hogere Burger School) atau sekolah untuk pembuat burger. Jadi lulusan sekolah ini menjadi pegawai McD. HBS adalah sekolah setingkat SMP + SMA. Minke bisa bersekolah disini karena anak dari bupati Bojonegoro. Soekarno adalah salah satu lulusan sekolah ini. Saat ini gedung sekolah tersebut menjadi Kantor Pos Besar Surabaya. Lokasinya di Jl. Kebon Rojo hanya beberapa meter di sebelah utara Tugu Pahlawan. Lokasi HBS yang lain sekarang telah menjadi SMA kompleks.

Kantor Pos Surabaya

Kantor Pos Surabaya (nyolong dari sini)

Dijajah 350 tahun

Hal ini sebenarnya masih jadi perbincangan hangat ketika saya beranjak dewasa. Sejak kecil kita diajari bahwa kita dijajah Belanda selama 3,5 abad. Namun kalau ditelusuri lebih lanjut, angka itu agak sedikit bombastis. Pertama adalah kita lihat dulu definisi Indonesia belum ada di jaman itu (abad 17). Semua wilayah Indonesia masih terdiri dari beberapa kerajaan-kerajaan. Ketika Belanda pertama menjajah Indonesia pun, tidak semua wilayah Indonesia terjajah. Masih ada wilayah merdeka di Indonesia selama 350 tahun itu. Bahkan yang paling hebat adalah wilayah Aceh yang baru menyerah dari Belanda di tahun 1912.

Salah satu tokoh di buku ini adalah veteran Perang Aceh bernama Jean Marais. Orang perancis yang ikut berperang di Aceh untuk Belanda. Selesai tugas, dia membawa anak kecil hasil hubungan dengan wanita pejuang Aceh. Dia menjadi peluksi & pembuat mebel di Surabaya dan menjadi sahabat Minke. Sebenarnya cerita antara Jean Marais dan wanita Aceh itu lumayan tragis, tapi silakan baca sendiri bukunya, biar tulisan ini tetep spoiler free. 😀

Pencetus ide nama Indonesia baru dipopulerkan oleh para punggawa Indische Partij beratus tahun kemudian saat mulai menyebarkan paham nasionalisme. Mengenai kenapa wilayah Indonesia seperti saat ini, ada hal menarik lagi yang patut dipikirkan.

Majapahit atau Belanda?

Saya lupa-lupa ingat sama pelajaran sejarah yang bagian ini. Katanya Presiden Soekarno ingin melanjutkan cita-cita Patih Gajah Mada untuk menyatukan nusantara. Wilayah Indonesia yang luas dan berbagai macam suku dan bahasa ini bisa bersatu karena dulunya disatukan oleh Gajah Mada (saya lupa-lupa inget lho, jadi tolong dibenarkan kalau ada yang salah). Pernyataan ini sebenarnya kalau dipikir-pikir benar tapi juga meragukan. Coba perhatikan 2 peta dibawah ini.

majapahit

hindia

Coba tebak, 2 peta itu wilayah apa? Yang merah adalah wilayah kekuasaan Majapahit. Sedangkan yang biru adalah peta Indonesia. Salah! Yang biru adalah wilayah kekuasaan Belanda di tahun 1920. Kalau memang yang diperjuangkan adalah menurut Nusantaranya Gajah Mada, maka Indonesia akan jadi seperti yang merah, dengan tambahan Malaysia, minus Jawa Barat & beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi,  Papua.

Kenapa wilayah jajahan Belanda bisa hampir sama persis seperti wilayah Indonesia saat ini? Yang menarik adalah, wilayah Timor Leste yang dulunya jadi bagian Indonesia, sekarang sudah pisah, Indonesia kembali jadi persis sewaktu jadi jajahan Belanda. (Catatan: Timor Leste adalah bekas jajahan Portugis dan Timor Leste menganggap selama ini mereka dijajah Indonesia).

Kembali ke topik. Jadi kenapa wilayah Indonesia seperti wilayah jajahan Belanda? Karena itulah alasan untuk menyatukan Indonesia (menurut bukunya Pram). Diceritakan ada beberapa organisasi yang muncul di awal kebangkitan nasional. Yang pertama adalah Budi Utomo yang didirikan oleh beberapa siswa STOVIA (sekolah dokter di Batavia, sekarang FK UI) termasuk Dr. Sutomo. (saya pernah lho mengunjungi desa kelahirannya di Nganjuk *ga penting banget*). Namun awalnya hanya menerima anggota dari orang Jawa saja. Yang kedua adalah SDI (Syarekat Dagang Islam). Dari namanya, organisasi ini adalah organisasi pedagang beragama Islam.

Minke menganggap eksklusivitas dari 2 organisasi ini bakal sulit untuk memperjuangkan rakyat tertindas di Hindia Belanda. Karena di pulau jawa saja, ga cuma ada orang Islam dan Jawa. Maka kesamaan nasiblah yang menjadi alasan kuat untuk melawan tirani. Nasib dijajah Belanda. Masuk akal juga sih pendapat Pak Pram ini.

Cina

Sebutan Cina sangat rasis di Indonesia untuk menyebut warga keturunan dari negeri Tiongkok. Mungkin sama seperti N-word di US sana untuk menyebut African-American. Oleh karena itu mungkin lebih halusnya disebut saja Tionghoa. Walaupun warga Tionghoa punya sejarah panjang di negeri kita, tapi sepertinya bangsa satu ini yang paling sering kena diskriminasi. Padahal tidak sedikit jasa dari bangsa ini untuk kemajuan bangsa pribumi.

Rakyat kecil adalah golongan teraniaya yang sepertinya tidak memiliki kekuatan apa-apa. Padahal dibalik lemahnya golongan ini, terdapat kekuatan besar yang tidak disadari oleh mereka. Yaitu boikot. Yang terinspirasi oleh warga Tionghoa. Diceritakan ada sebuah perusahaan Belanda yang melakukan bisnis yang merugikan pengusaha Tionghoa. Karena solidaritas, maka perkumpulan pengusaha ini pun memboikot perusahaan Belanda ini, yang menyebabkan perusahaan ini bangkrut.

Minke menyadari bahwa seharusnya dia belajar dari cara bangsa Asia, bukan dari ilmu bangsa Eropa. Maka diapun terinspirasi dari cara boikot ini untuk mempropagandakan ke seluruh rakyat di Hindia. Cara ini bisa dibilang berhasil. Dengan jumlah pekerja buruh yang sangat banyak di perusahaan Belanda, apabila dapat diorganisir dengan benar, maka boikot dapat dijadikan ajang untuk melawan ketidakadilan yang terjadi.

Info : salah satu alasan berdirinya organisasi SDI (Syarekat Dagang Islam) adalah untuk menghimpun pengusaha-pengusaha muslim agar dapat bersaing dengan pedagang Tionghoa yang jauh lebih maju di jaman itu (mungkin sampai sekarang).

Bersambung…