Spontan

1 May

Ini bukan mau ngebicarain acaranya Komeng yang ngehits di tahun 90an (uhuy!). Tapi ini adalah cerita pengalaman saya minggu lalu.

Hari Sabtu, 16 April 2016, seperti biasa saya melakukan rutinitas. Sabtu ini suasana lagi sepi, soalnya banyak temen yang lagi pulkam. Tiba-tiba ada watsap dari Jamal yang isinya seperti ini.

Supp bruh, DO U CoM 2 Silvi’s wedding? (isi teks hanya ilustrasi)

Saya ga inget klo hari itu ada nikahan seorang teman jaman kuliah. Akhirnya setelah debat panjang, kami sepakat untuk kumpul dulu di suatu studio teman bernama ElvenGames. Kumpul jam 6 abis magrib.

Di Elven, ada 3 teman lain yang sedang main & nonton DoTA2. Jadi mereka males ga bisa ikut. Padahal jarak lokasinya hanya sepelempar batu.

Okelah akhirnya saya & Jamal pergi ke Gedung Robotika ITS, tempat resepsi.

robot-wedding-2-634x422

Gedung Robot yang bisa dipake buat acara nikahan

Ternyata ada satu teman lagi hadir ke acara nikahan. Jauh-jauh datang dari Jember, namanya Gama, sang kapten masa depan. Untung saja masih ada teman kuliah cewek yang datang, jadi kami enggak mati gaya.

Lanjut beberapa menit kemudian, kami akan pulang kembali ke pasangan masing-masing (yang mana sebenarnya 3 orang ini ga punya). Awalnya cerita akan berakhir disini. Namun, entah kenapa saya & Jamal memaksa Gama untuk ikutan ke Elven. Motor saya dititipin disana, jadi harus balik kesana dlu.

Akhirnya setelah panjang lebar berdebat kusir, Gama mau diajak ke Elven. Maka akhirnya kami cerita panjang lebar nostalgia masa kuliah. Oke waktu telah menunjukkan pukul 22.00, harus segera pulang, jika tidak mama akan marah.

Di saat mau pulang, aku bilang biasanya kalo hari minggu jogging di CFD Darmo. Sebelum pulang, akhirnya kami bertiga sepakat untuk ketemuan lagi besok untuk CFD-an.

Keesokan harinya, Gama & Jamal datang jam 6 pagi kumpul ditempatku di area Ngagel.  Lalu lanjut jogging & ikutan senam zumba. Acara selesai, pulang jam 9. Kami ngobrol-ngobrol santai. Harusnya sudah berakhir sampai sini. Gama tiba-tiba mengajak nonton The Jungle Book. Terutama karena lokasiku yang dekat dengan Marvell, mall yang baru buka. (Di Blitz Marvell ini satu-satunya aku pernah nonton ke bioskop jalan kaki).

Sebenarnya lagi agak males nonton. Tapi berhubung Gama lagi kebelet pengen nonton, ya akhirnya saya iya-kan. Lagipula sore itu dia harus kembali ke Jember. Mungkin di Jember ga ada beoskop.

Kali ini hanya saya & Gama, soalnya Jamal harus menghadiri pernikahan temannya yang lain. Tahun ini lagi musim kawin teman-teman seusiaku. Di usia 26-27 memang seyogyanya kalian nikah.

Di saat yang lain berkumpul bersama pasangan masing-masing, saya disini sedang menulis blog yang mungkin ga akan ada yang baca kecuali orang ini –> http://dnwahyudi.com/

maxresdefault

me_irl

Ok, back to topic. Gama memilih jam 11 siang, karena biar ga mepet sama keberangkatan keretanya jam 4 sore. Jamal & Gama pulang ke tempat masing-masing. Gama akan kembali ke tempatku jam setengah 11.

Hari minggu adalah waktunya cuci baju & cuci kucing. Karena waktu itu hujan turun saya tunda dulu cucinya. Badan lumayan capek, saya berbaring lantai & ketiduran.

Bangun-bangun, Gama sudah datang. Jam telah menunjukkan jam 11 kurang 15 & masih hujan. Wah ga bakal sempet nonton jam 11 ini. Kami pun mengganti lokasi & jadwal ke TP jam 12.15.

Saya mandi dulu & cuci baju (ini tidak penting). Filmnya lumayan bagus, The Jungle Book, yang disutradarai oleh Jon Favreau (Iron Man, Chef). Film selesai, saatnya pulang. Tapi lagi-lagi tidak, sodara2!

Gama bilang dia masih punya saldo Rp40.000 sebuah wahana di TP (aku lupa namanya, semacam temjon). Dia lagi pengen nyoba lagi wahana perahu yang digoyang-goyang itu lho. Kalo di dufan namanya kora-kora. Tidak seekstrim kora-kora, tapi tetep bikin jantung dagdigdug.

Sebelum menuju lokasi, tiba-tiba saja saya pengen ke Matahari. Mumpung lagi di sana, dari kemarin mau cari celana pendek. Selesai menemukan apa yang dicari, kami lanjut ke wahana itu.

Niatnya cuma naik kora-kora, tapi malah keterusan nyoba yang lain. Bablas sampai magrib. Gama memutuskan untuk naik kereta malam. Karena uda magrib, kami sholat di lantai atas Tunjungan Plasa.

Lagi-lagi, Game mendapat ide untuk pergi ke pameran wisata (WTF!!) di Grand City. Dari TP, perjalanan lanjut ke Grand City. Demi apa coba aku datang ke pameran.

Badan uda letih, lelah, & capek. Tak boleh ada lagi tujuan selanjutnya. Dan kami pun kembali ke tempat masing-masing.

TL;DR : seharusnya malam minggu setelah nikahan teman, pulang ke rumah masing-masing. Tapi muncul ide spontan, dan akhirnya baru berpisah sehari kemudian.

Sekian cerita ini.

nb: Cerita terjadi 2 minggu lalu, ditulis seminggu lalu, tapi baru sadar belum dipublish, jadi baru tayang hari ini (May Day 2016).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: