Nostalgia & Evil Dead trilogy

12 May

Saya senang menonton film-film lawas yang bagus dan tak lekang dimakan jaman :P. Tapi film lawas yang ga bagus pun ga masalah, asal dia punya nilai nostalgia. Nilai nostalgia disini maksudnya adalah film lawas yang ditonton waktu masih kecil. Walaupun menonton film Chaplin buatan 1920-an, tapi klo nontonnya masih 2 atau 3 tahun lalu, blum bisa dikatakan nostalgia.

Film lawas ini kebanyakan saya tonton di tivi. Ketika mulai booming VCD menjelang pergantian milenium, mulai jg menonton dari VCD asli maupun bajakan. Sampai tahun 2009 saya belum sekalipun nonton di bioskop. Film yang ditonton mulai dari film hollywood, bollywood, Indonesia, Hongkong, sampai film vampir mandarin. hehe..

Di era internet skr ini dimana kita dapat dengan mudah mencari film ilegal , saya berusaha mencari film-film lawas yang saya tonton ketika masih SD atau sekitar dibawah tahun 2001. Untuk mengingat kembali film-film itu gampang-gampang susah. Klo film populer semacam The Matrix, Godzilla, Speed, Titanic, Star Wars, dll sih gampang ingat dan carinya.

Tapi ada beberapa film yang saya lupa/ga tau judulnya tapi masih ingat detail cerita filmnya. Biasanya film semacam ini saya tonton di tipi, di Layar Emas RCTI (jaman itu) malam-malam. Film ini bukan film big budget super popular semacam film yang disebutkan sebelumnya. Film-film ini adalah film cult.

Bagi yang belum tau film cult itu apa, secara simple definisinya adalah film yang ga mainstream, cenderung bukan film yang disukai selera pasar yang lagi ngetrend waktu itu. Tapi walaupun yg suka dikit, tapi film cult biasanya punya fans yang loyal.

Nah film yang saya maksud tau ceritanya tapi lupa judulnya adalah Army of Darkness. Film ini ku tonton ketika masih SD. Karena antusiasnya, besoknya setelah menonton film ini, saya pun menceritakan film ini ke teman-teman dan ga ada yang nonton ternyata. Mungkin karena film ini di tayangin malam-malam. Sampai beberapa tahun ke depan, film ini terus membayangi karena ga tau judulnya.

Keyword dari film ini adalah seorang pria yang terjebak ke masa lalu, di abad pertengahan. Menghdapi monster-monster untuk mendapatkan book of the dead agar dapat kembali ke masa sekarang. Dan tentu saja yang paling ikonik dari karakter utama Ash adalah chainsaw di tangan kanan dan shotgun di tangan kiri.

ash_williams

Ashley J. “Ash” Williams

Beberapa bulan lalu saya baru tau judul film ini, setelah ada seorang teman nge-share link tentang film-film cult. Dari beberapa sinopsis film, ada film yang mirip ciri-ciri yang aku ingat. Dari penjelasan di situ, aku baru tau ternyata ini adalah film ketiga dari trilogi Evil Dead. Nama yang tidak asing. Soalnya di bioskop sedang tayang remake dari film yang pertama, yaitu Evil Dead.

Maka saya pun membeli mendownload 3 film sekaligus (The Evil Dead, Evil Dead II, Army of Darkness) biar mengerti seluruh jalan cerita, walaupun yang pingin ku tonton cuma Army of Darkness. Semua film ini disutradarai Sam Raimi, si sutradara Trilogi Spiderman. Franchise ini mengangkat nama Sam Raimi menjadi terkenal.

Dimulai dari The Evil Dead. Film ini dimulai dari 5 orang muda-mudi yang berlibur ke sebuah rumah pondok di tengah hutan terpencil (standar film horor). Di rumah itu pernah ditinggalin seorang ilmuwan yang riset tentang Book of The Dead. Tanpa sengaja mereka telah membangkitkan arwah-arwah (deadites) setelah mendengarkan rekaman suara ilmuwan yg mengucapkan mantra pemanggil arwah. Untuk kabur dari tempat itu pun tidak bisa karena jembatan satu-satunya penghubung ke dunia luar tiba-tiba hancur. Arwah-arwah ini satu persatu merasuki mereka.

Film yang pertama ini bisa dibilang masih B-Movies. Film dengan biaya murah untuk ukuran film jaman itu. Dan ini juga merupakan film pertama sang sutradara muda (waktu itu umurnya masih 20). Kru-krunya juga masih amatiran. Maka ada yang bilang film ini adalah “comedy of error”. Film ini ga dimaksudkan ada unsur komedi, tapi karena keterbatasan kemampuan, efek-efek dan make-up yang muncul jadi agak lebay dan heri (heboh sendiri). Makanya di film selanjutnya ditambahkan unsur komedi.

Film ini penuh efek-efek kejam. Jadi yang ga suka film darah-darah jangan nonton film ini. Disebutkan walaupun ditembak, ditusuk, para manusia yang terasuki atau deadites, akan terus hidup. Maka cara membunuhnya adalah dengan dipotong-potong semua anggota tubuhnya. Maka jangan heran banyak adegan-adegan penjagalan.

make-up deadites yg lebay

Film kedua adalah Evil Dead II. Ceritanya merupakan kejadian lanjutan dari film pertama. Masih di lokasi yang sama. Dengan kualitas gambar dan film yang lebih baik dari yang pertama karena kesuksesan dari film pertama sehingga mendapat budget sepuluh kali lipat (dari 300rb jadi 3jt).

Cerita berlanjut dengan munculnya tokoh baru, yaitu perempuan, anak pemilik rumah yang ingin mencari ayahnya. Datang bersama 1 orang temannya dan 2 orang pengantar. Di film kita akan mengetahui kenapa Ash bisa ada chainsaw di tangan kanannya.

Kalau menonton 7 menit pertama, pasti akan heran kenapa cerita film pertama diulang di sini. Tapi bedanya jika film pertama datang ber-5, dsini datang berdua saja, Ash & ceweknya. Ternyata, bagian awal film ini dimaksudkan sebagai flashback film pertama. Tapi karena sutradara (Sam Raimi) ga dapat hak ciptanya, terpaksa harus shooting ulang tapi dengan sedikit perbedaan.

Film kedua ini ditambah bumbu humor dan make-up efeknya pun tidak seheboh film pertama tapi darah2nya tetep nggilani.

Film terakhir adalah Army of Darkness. Klo film pertama adalah banyak horror dan sedikit komedi, yang kedua adalah setengah horor setengah komedi, maka film yang ini banyak komedi setengah horor. Ceritanya lanjutan dari yang kedua, dimana Ash kali ini ikut tersedot ke dalam portal waktu, yang dibuka pada akhir evil dead 2 untuk mengembalikan para arwah. Menurut info sih, sebenarnya ide Ash terjebak di abad pertengahan sudah ada sejak Evil Dead II. Tapi berhubung ga dapat dana banyak, maka ide ini baru dibuat di film ketiga.

bad luck ash

Nasib Ash memang sial bener. Maunya liburan, malah membangkitkan arwah, teman-teman jadi hantu, tangan buntung, sekarang tersedot ke abad pertengahan. Cerita dimulai Ash berada ditengah pasukan Lord Arthur yg sedang membawa Duke Henry dan anak buahnya. Kemudian dia ditangkap oleh pasukan Lord Arthur yang mengira dia anak buah Duke Henry. Setelah sampai di benteng Arthur, Ash dijebloskan ke lubang yang berisi makhluk yg sama dengan film sebelumnya (deadites). Ash bisa mengalahkan mereka. Kemudian dukun kerajaan pun yakin bahwa Ash adalah the chosen one yang bisa menyelamatkan mereka dari para deadites. Si dukun juga bilang satu-satunya cara Ash bisa pulang adalah dengan mengambil Book of the Dead.

Dibanding 2 film sebelumnya, film ini memang tidak seheboh dan serem dari sebelumnya. Klo sebelumnya deaditesnya adalah aktor-aktor yang dikasi make-up rusak, disini deaditesnya adalah animasi stop motion. Ada juga sih yg manusia juga. Darah-darah tidak sebanyak sebelumnya. Karena memang dibuat lebih komedi.

pasukan deadites

Sebagai film yang kutonton waktu kecil, ada beberapa adegan yang ga bisa dilupakan sampe skr. Misalnya adalah sebelum Ash di cemplungkan ke lubang monster, ada satu orang yang di jatuhkan kesana. Dan seperti ini hasilnya.

Army of Darkness.avi_000622247

Terus ada bagian dimana muncul mata di pundak Ash. Gilaa.

Army of Darkness.avi_001933350Β Yang paling diingat tuh ini, ketika Ash berhasil menemukan bukunya, tapi lupa kalimat mantranya.lol Army of Darkness.avi_002430055

Nilaiku untuk 3 film ini adalah 6,7, dan 8 berurutan. Kesimpulannya adalah 3 film ini bisa dibilang bagus banget ya enggak, jelek juga enggak. Namanya film cult, yg suka banget ada yg ga suka banget juga ada. Film ini cocok buat yg seneng horror ala SAW tapi dengan cara yang lebih heboh dan ga terlalu serius.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: